Jumat, 30 Juli 2010

Perkembangan Teknologi Komunikasi di Indonesia ( Radio )

Perkembangan Teknologi Komunikasi di Indonesia ( Radio ) : Dalam tulisan kali ini saya akan mengulas sejarah teknologi komunikasi di Indonesia, dalam hal ini yaitu perkembangan radio di Indonesia.

Di Indonesia kita semua pasti menganal Radio Replubik Indonesia (RRI), namun tidak banyak yang tahu sejarah radio di Indonesia, dalam tulisan ini saya akan memberikan informasi mengenai sejarah awal radio di Indonesia dan juga sejarah RRI.

Sejarah Radio di Indonesia
Pada tahun 1933 Mangkunegoro VII dan Sarsito Mangunkusumo mendirikan SRV (Soloscche Radio Vereenging) di Surakarta. SRV sebagai pelopor timbulnya siaran radio yang diusahakan oleh bangsa Indonesia Sendiri. Sedangkan siaran radio pertama diusahakan oleh Hindia Belanda berdiri tanggal 16 Juni 1925 bernama BRV (Batavia Radio Vereenging).

Pada masa pendudukan jepang, siaran radio sepenuhnya digunakan untuk kepentingan militer Jepang. diawal kemerdekaan, siaran radio sangat berguna untuk menyiarkan mengenai proklamasi ke seluruh penjuru negeri.
Tanggal 11 September 1945 diadakan rapat di Jakarta dan dihadiri oleh berbagai kalangan dan menghasilkan :
1. Menetapkan tanggal 11 September 1945 sebagai hari lahirnya RRI.
2. RRI berpusat di jakarta dan mempunyai kantor cabang pertama di Bandung, Surakarta, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Malang dan Surabaya.
3. Semboyan RRI adalah "sekali di udara tetap di udara"
4. Terpilih sebagai Pemimpin Umum RRI pertama adalah Abdurrahman Saleh.

Sejarah RRI
Melalui situsnya dijelaskan bahwa RRI atau Radio Republik Indonesia secara resmi didirikan pada tanggal 11 September 1945, oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di 6 kota. Rapat utusan 6 radio di rumah Adang Kadarusman, Jalan Menteng Dalam, Jakarta, menghasilkan keputusan mendirikan Radio Republik Indonesia dengan memilih Dokter Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin umum RRI yang pertama. Rapat tersebut juga menghasilkan suatu deklarasi yang terkenal dengan sebutan Piagam 11 September 1945, yang berisi 3 butir komitmen tugas dan fungsi RRI yang kemudian dikenal dengan Tri Prasetya RRI.



Dari data yang saya dapatkan, Saat ini RRI memiliki 52 stasiun penyiaran dan stasiun penyiaran khusus yang ditujukan ke Luar Negeri dengan didukung oleh 8500 karyawan. Kecuali di Jakarta, RRI di daerah hampir seluruhnya menyelenggarakan siaran dalam 3 program yaitu Programa daerah yang melayani segmen masyarakat yang luas sampai pedesaan, Programa Kota (Pro II) yang melayani masyarakat di perkotaan dan Programa III (Pro III) yang menyajikan Berita dan Informasi (News Chanel) kepada masyarakat luas. Sama halnya di Bengkulu, RRI juga menyelenggarakan 3 program, yaitu pro 2, pro 3, dan program daerah.

Sampai saat ini RRI tetap mempertahankan eksistensinya ditengah-tengah makin berkembangnya radio-radio swasta yang semakin banyak di gandrungi anak muda, tapi berdirinya radio-radio swasta tidak terlepas dari peran serta Radio Replubik Indonesia (RRI) dengan slogannya "Sekali di Udara Tetap di Udara".

by : Iqbal fatwa (D1E008053)

0 komentar:

Posting Komentar