

Ehem,, akhirnya saya mau ngebahas sesuatu lagi nih. Mungkin ada yang udah tau, atau pun mungkin ada yang belum tau. Langsung aja nih, hehe .
Indonesia, negara kepulauan yang memiliki keanekaregaman hayati yang berlimpah, hasil hutan yang beraneka ragam, dan berjuta biota laut yang sangan indah. Itu lah indonesia. Namun, jika kita bertanya kepada orang – orang di luar negeri, apa itu indonesia, pasti jawabannya adalah, “Indonesia is Bali” atau pun “Indonesia is Jakarta”. Aduh aduh,, hehe :p
Memang benar, seperti itu lah kenyataannya. Orang – orang di luar negeri hanya mengetahui Bali dan Jakarta saja. Atau juga mengetahui beberapa kota lain, yang merupakan kota besar. Kalo demikian kenyataannya, bagaimana nasib kota – kota yang lainnya?
Selain itu, jika kita bertanya kepada anak – anak muda, mau jadi apa dia nanti, mungkin jawabannya berkisar dari mau jadi pengusaha sukses di Jakarta, mau ngerantau ke Jakarta mau mengadu nasib ke Jakarta, atau mau ke Ibu Kota. Ini bukan pernyataan yang saya buat – buat loh. Hal ini terbukti dengan terus bertambahnya penduduk Jakarta tiap tahunnya, dan besarnya jumlah orang pada arus balik, dari pada arus mudik lebaran. Kalo nggak percaya juga, tontonin aja berita waktu lebaran nanti. Hehe
Nah, apakah kalian tahu, apa penyebab sebenarnya dari permasalahan tersebut?
Menurut saya, permasalahan tersebut terjadi bermula dari pemerintahan Almarhum Bapak Suharto. Aduh, jangan sampai saya dikecam gara – gara tulisan saya ini >_<,, ampun pak!!
Lanjut aja ah, ^_^. Mengapa demikian? Karena di zaman pemerintahan Suharto, pembangunan di Indonesia dipusatkan di Jakarta. Padahal, pada pemerintahan sebelumnya, pemerintahan Almarhum Bapak Sukarno, pembangunan dilaksanakan secara merata. Pabrik – pabrik dibangun di berbagai daerah. Sangat berbeda dengan pemerintahan Suharto, pabrik – pabrik dipusatkan di Jakarta dan sekitarnya. (hehe, kayak azan magrib, untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, berbagai pabrik yang ada di Indonesia di pusatkan di Jakarta juga. Contohnya PT PAL yang semulanya berada di Ambon, sekarang berada di Pulau Jawa. Hal ini tentu saja membuat penduduk daerah kehilangan lapangan pekerjaan. Sehingga mereka berbondong – bondong pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Ini juga lah yang membuat Jakarta sangat padat, macet, dan banjir. Hohoho ^_^ semua masalah saling berhubungan ya. Oleh karena semuanya dipusatkan di Jakarta, orang – orang yang datang dari luar negeri hanya berkunjung ke Jakarta dan sekitarnya, dan pempublikasian tentang Indonesia hanya di seputar Jakarta dan sekitarnya. Contohnya iklan Enjoy Jakarta, enggak ada kan iklan Enjoy Bengkulu?? Hehehe.
Haduh,, saya nggak mau membahas masalah ini terlalu panjang, hehe, takutnya nanti saya dikecam ^_^. Itu aja pembahasan dari saya, semoga bermanfaat. Dan kalo kalian memiliki pendapat yang berbeda, boleh juga kasi masukan dan komentar. Trima kasih
by Kharida Dwi F (D1E008056)
0 komentar:
Posting Komentar